Tahu Murni Slawi di Serpong, Langganan Pejabat

TANGERANG, KOMPAS–Jika kangen kampung halaman, biasanya orang mencari makanan khas daerahnya. Tempat-tempat makan yang menjual makanan khas daerah senantiasa dicari. Demikian juga halnya Tahu Murni Slawi yang berlokasi di tepi Jalan Raya Rawabuntu, Serpong, Tangerang.

Meskipun penampilannya sederhana, namun rumah makan (RM) Tahu Murni Slawi milik pasangan Musa Abdullah (53) dan Hj Tifa (38) ini dicari, terutama oleh komunitas masyarakat Tegal dan pesisir pantura Jawa Tengah. Bahkan menjadi langganan sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Dalam Negeri Ma’aruf, yang juga Ketua Paguyuban Ikatan Keluarga Besar Tegal, dan Sekjen Departemen ESDM Progo Nurjaman, dua-duanya berasal dari Tegal.

Dibuka sejak tahun 1998 di atas lahan seluas 400 meter persegi di tepi Jalan Raya Rawabuntu, Serpong, RM Tahu Murni Slawi langsung menjadi primadona. Pembeli umumnya dari masyarakat menengah atas. Ini terlihat dari berderetnya mobil diparkir di depan rumah makan itu pada jam makan siang dan makan malam.

Mengapa RM Tahu Murni Slawi digemari? Musa Abdullah dan istrinya Hj Tifa kepada Kompas, Sabtu (24/2) malam, membeberkan rahasia mengapa makanan khas Slawi, Tegal ini disukai. Soto Slawi misalnya, disajikan dengan kuah bening tanpa santan. Soto yang dijual Rp 9.000 per porsi ini dicampur dengan taoco sehingga menambah nikmat.

Sop buntut di rumah makan ini disajikan dengan kuah bening tanpa lemak sehingga bebas kolestrol. Sop buntut ini dijual Rp 18.000 per porsi.
Sedangkan tahu Slawi banyak dipesan, juga oleh pejabat asal Tegal, karena ada aci dan bumbunya. “Tahu ini dibelah diagonal, lalu dio atasnya ditempel dengan sagu. Tahu ini lembut dan padat, dan buatan sendiri,” kata Hj Tifa dengan logat Tegal yang medog.

Musa menambahkan, tahu lainnya disebut tahu pletok digoreng dua kali hingga kering. Semua tahu yang digunakan di rumah makan ini tidak dibeli di pasar, melainkan buatan pabrik sendiri. Tahu aci dijual Rp 1.000, sedang tahu pletok Rp 1.100 per biji.

Musa memang mempunyai pabrik tahu sendiri di lahan seluas 1.300 meter persegi di belakang Taman Tekno BSD. Pabrik itu memproduksi tahu sebanyak dua kuintal sehari, dan juga memproduksi susu kedelai, yang juga dijual di rumah makan itu.

Kebutuhan tahu di rumah makan ini 1.500 tahu setiap hari. “Sedangkan susu kedelai produksi pabrik sendiri rasanya gurih dan kental, tanpa bahan pengawet. Murni tanpa campuran dan tak ada siraman air sama sekali,” kata Hj Tifa bersemangat.

Yang juga unik, RM Tahu Murni Slawi menyediakan teh poci dengan kendi dan cangkir khusus. Teh poci dengan gula batu ini memang minuman khas Jawa Tengah, dijual Rp 6.000-Rp 7.000.

Rumah makan ini buka mulai pukul 09.00 hingga 21.00, digemari pengunjung dari masyarakat menengah atas. “Kami memberi garansi produk kami tanpa bahan pengawet, dan nonkolestrol,” kata Musa, yang pernah menjadi flight engineer Garuda Boeing 747 pada tahun 1980-1995.

Musa menceritakan, Soto Slawi dengan bumbu taoco disukai komunitas masyarakat Tionghoa Jawa Tengah yang tinggal di Jakarta dan Tangerang. “Sejarahnya, taoco yang memang berasal dari China, banyak ditemukan di daerah pesisir Jawa Tengah. Karena itu tidak heran jika pelanggan kami, sebagian juga dari masyarakat tionghoa Jawa Tengah di sini,” kata Musa.

Nah, jika Anda melintasi Jalan Raya Rawabuntu di kawasan BSD, Serpong, Tangerang, jangan lupa singgah di RM Tahu Murni Slawi.

2 Tanggapan to “Tahu Murni Slawi di Serpong, Langganan Pejabat”

  1. melani Says:

    hai, tulisan yg menarik. kamu tinggal di serpong jg? blh minta emailnya gk? pengen korespondensi langsung nih. trm kasih ya sblmnya🙂

  2. kotategal Says:

    Ooo..boleh tp saya tidak tinggal di Serpong tapi saya tinggal di Bekasi saya cuma nulis aja all about Tegal,Melani orang Tegal juga?email to tegalkotabahari@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: